KALEIDOSKOP CAPAIAN 2025: DISDUKCAPIL WONOGIRI DAN KERJA YANG SELESAI DI DESA
Pelayanan publik sering dianggap urusan meja dan stempel. Di Kabupaten Wonogiri, tahun 2025 membuktikan sebaliknya. Pelayanan administrasi kependudukan justru diselesaikan jauh dari meja kanto di desa.Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri memilih jalan yang sederhana tapi berdampak: mendekat ke warga. Program Desa Nyawiji Migunani menjadi penandanya. Urusan administrasi kependudukan tak lagi harus selesai di kabupaten. Cukup di desa.Di situlah warga mengurus akta, kartu, dan identitasnya. Lebih dekat. Lebih cepat. Lebih manusiawi. Disdukcapil bekerja bersama kecamatan, pemerintah desa, dan para operator desa. Sinergi kecil yang hasilnya besar.Hasilnya nyata. Kepemilikan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak bagi penduduk usia 0–17 tahun sudah mencapai 100 persen. Artinya, tak ada lagi anak Wonogiri yang tumbuh tanpa identitas hukum. Negara hadir sejak awal kehidupan.Perekaman KTP elektronik pun nyaris sempurna. Angkanya 99,99 persen. Hampir semua warga wajib KTP telah terlayani. Angka ini melampaui target nasional. Capaian itu bukan kebetulan. Ada pelayanan jemput bola. Ada petugas yang datang ke rumah warga rentan. Ada desa yang ikut memastikan warganya tercatat.Transformasi digital juga berjalan. Identitas Kependudukan Digital mulai menjadi kebiasaan baru. Hingga akhir 2025, aktivasi IKD telah mencapai 37 persen. Di atas target nasional. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah tanda kesiapan Wonogiri memasuki pelayanan publik masa depan.Sepanjang tahun, Disdukcapil Wonogiri menerima 121.627 permohonan layanan. Dari sana, terbit 252.969 dokumen kependudukan. Jumlah yang besar. Tapi yang lebih penting: kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.Di balik semua itu, ada kerja senyap. Penguatan sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi. Sistem pengaduan yang dibuka lebar. Pelayanan dijaga agar tetap transparan dan akuntabel.Apresiasi pun datang. Penilaian kinerja Sangat Baik dari Kemendagri. Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Pelayanan Prima. Zona Hijau dari Ombudsman RI. Penghargaan itu bukan tujuan akhir. Ia sekadar pengingat bahwa kerja yang benar akan menemukan pengakuannya sendiri.Tahun 2025 menjadi catatan penting. Bahwa pelayanan publik tidak harus rumit. Cukup dekat dengan rakyat. Cukup selesai di desa. Dari sanalah Wonogiri melangkah—menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.