DISDUKCAPIL WONOGIRI AMBIL BAGIAN DALAM SARASEHAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA SDM, LEMBAGA, DAN PRANATA ADAT
Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berkomitmen dalam pembinaan sumber daya manusia, lembaga, serta pranata adat dengan menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus penguatan peran komunitas penghayat kepercayaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini digelar di Sanggar Candi Busana, Sapta Darma, yang berlokasi di Bibis RT 003/04, Desa Sabuk Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kamis (23/4/2026).Peserta sarasehan terdiri dari perwakilan lima organisasi penghayat kepercayaan, yaitu Waspodo, Sumarah, Hardo Pusara, dan Sapta Darma. Mereka hadir sebagai bagian dari komunitas yang memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kepercayaan serta budaya lokal. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil dari Disdukcapil Wonogiri, Elis Aryani yang memberikan pemaparan terkait pentingnya administrasi kependudukan, khususnya bagi para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Pda kesempatan itu, Elis menyampaikan materi yang meliputi pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan, validasi data dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), serta kemudahan akses layanan administrasi kependudukan. Secara rinci, Elis menjelaskan proses pembuatan da pemutakhiran dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP-el), serta akta pencatatan sipil. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan data mereka telah terinput dan tervalidasi dalam sistem SIAK.Elis mengatakan kegiatan semacam ini sangat perlu dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan dan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya penghayat kepercayaan, dalam memahami pentingnya tertib administrasi kependudukan.“Selain itu, dalam pemaparan kami, kami juga ingin memastikan bahwa seluruh warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan publik. Dengan administrasi kependudukan yang tertib dan valid, berbagai program pemerintah seperti bantuan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran,” terang Elis saat ditemui di kantornya, Jumat (25/4/2026) pagi.Disampaikan Elis, pada kegiatan tersebut juga diwarnai dengan sesi tanya jawab, di mana peserta secara aktif menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, seperti kendala dalam pengurusan dokumen maupun pemutakhiran data. Elis pun tak bosan untuk memberikan penjelasan serta solusi yang aplikatif, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan komunitas penghayat kepercayaan. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan juga semakin meningkat,” ungkap Elis.Melalui kegiatan ini, Disdukcapil Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang inklusif, adil, dan merata bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang kepercayaan. Sarasehan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus dibangun demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, sekaligus menjaga keberagaman budaya dan kepercayaan sebagai bagian dari kekayaan bangsa.